English French German  Hungarian Spain Italian Nederland Russian Brazilian Japanese Korean  Vietnamese Arabic Chinese Turkish Hindi Bosnian Filipino Greek Indonesian
Facebook Twitter Pinterest Stumb Linked Friends Delicious Bebo Friendfeed Myspace Plurk Multiply Digg
Squidoo Technorati Gmail Yahoo Youtube Amazon Wikipedia Vimeo About Instagram Ask Blogger Ebay

Selasa, 23 Agustus 2016

Pawai Alegoris dan Nilai yang terkandung





Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-71 tahun 2016 di Kecamatan Sungai Pagu ini terasa cukup meriah. Dengan diselenggarakannya Pawai Alegoris yang diikuti oleh Seluruh Sekolah Dari PAUD sampai ke sekolah menengah dan Unsur Nagari di Kecamatan Sungai Pagu.
Pawai Alegoris bukan hanya sekedar kegiatan perayaan untuk memeriahkan hari kemerdekaan saja. Namun lebih dari itu kegiatan ini mengandung nilai-nalai sebagai berikut:

1.    Nilai Budaya

Dalam Pawai Alegoris peserta dalam hal ini adalah anak-anak didik, sebagian mereka harus mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mulai diperkenalkan budaya yang di Indonesia melalui pakaian adat yang dipakainya.
Mungkin pada awalnya hanya  untuk penampilan yang terdiri dari berbagai corak dan warna yang menarik perhatian saja. Karena Indonesia meiliki budaya yang beraneka ragam, sehingga keanekaraman pakaian adat yang dipakai pada pawai alegoris menjadi sangat berfariasi dan menarik untuk dilihat.

2.    Nilai Nasionalisme

Bagi peserta pawai yang senang mengenakan pakaian adat dari daerah lain merupakan sesuatu yang sangat membanggakan baik dirinya, orang tua dan masyarakat yang menyaksikan. Mereka tidak merasa malu, dan bahkan malah bangga dengan pakaian yang dikenakannya, meskipun bukan pakaian adat budayanya sendiri. Sifat nasionalisme telah tumbuh dalam diri anak secara tidak sadar. Selanjutnya perlu ditingkatkan lagi sikap nasionalisme ini pada diri anak-anak.
Bukan hanya pada diri anak-anak peserta pawai, sikap yang demikian juga telah ada pada diri masyarakat yang menyaksikan secara langsung pada kegiatan ini.

3.    Nilai Persatuan 

Meskipun pada awalnya hanya merupakan kegiatan perayaan saja, namun dalam diri anak-anak telah tertanam sikap nasionalisme. Untuk selanjutnya akan berkembang menjadi wujud sikap saling memiliki, saling menghargai, sikap saling melindungi. Sampai pada tahap ini anak-anak telah memiliki rasa persatuan dan kesatuan antar sesama.
Bagi masyarakat yang menyaksikan kegiatan ini secara langsung, juga telah mengetahui keanekaragaman budaya Indonesia merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.




4.    Nilai Sosial 

Selain dari 3 nilai yang saling terkait diatas, Sikap sosial juga telah tertanam dalam diri anak- anak tersebut. Meraka saling bersosialisasi, saling menghargai usaha yang dilakukan teman-temannya, selanjutkan dapat memberikan penampilan yang menyenagkan orang lain yang melihat dirinya. Bagi anak usia dini, mereka mulai mengetahui bahwa mereka tidak hidup sendiri, mereka mulai mengenal lingkungan masyarakat ramai yang menyenangi dirinya.
Bagi masyarakat ramai, pawai alegoris merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas dengan berbagai motivasinya.

5.    Nilai Kreatifitas

Kreatifitas terlihat dari keaneka ragaman pakaian yang dilengkapi dengan assesori serta peralatan pendukung lainnya pada kegiatan pawai alegoris ini. Kegiatan pawai alegoris menuntut  kreatifitas dari guru pembimbing dan anak-anak didik untuk tampil secara maksimal, dan menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan. Sesuatu yang unik akan lebih menarik  perhatian masyarakat. Seting dan gaya pada penampilan pawai alegoris menunjukan hasil pemikiran atau ide kreatif.
Bagi masyarakat yang menyaksikan kegiatan ini akan mengapresiasi, kemudian akan dijadikan bahan masukan untuk menuangkan ide baru yang akan digunakan untuk kegiatan lain. 

6.    Nilai Profesionalisme

Selain mengenakan pakaian adat dari budaya daerah lain, pada pawai alegoris juga ditampilkan pakaian dan assesoris dari berbagai profesi yang ada di Indonesia saat ini. Hal ini akan memberikan motivasi bagi pesera pawai terutama bagi anak-anak Usia dini dan peserta dari sekolah dasar. Dalam hal ini sebaiknya anak diberi kebebasan untuk memilih sendiri pakai yang cocok dengan keinginannya. Agar sikap profesionalisme tumbuh dan berkembang dalam diri anak. Selain itu dengan menampilkan berbagai macam ragam pakaian yang sesuai dengan profesi masyarakat Indonesia saat ini, anak-anak akan mulai mengenal Profesi yang ada di negara kita ini. 

7.    Nilai Ekonomis   

Terlepas dari nilai-nilai yang disebutkan diatas, Kegiatan pawai alegoris juga secara langsung mempengaruhi kegiatan ekonomi di masyarakat. Yang terkait secara langsung dengan substansi pawai alegoris, usaha jual/beli atau sewa pakaian alegoris akan berkembang. Usaha jasa tata rias akan turut menikmati hasil dari kegiatan ini. Demikian juga dengan usaha jasa konfeksi/jahit mesin akan meningkat ordernya. Selain itu dalam kemeriahan kegiatan seperti ini, juga tidak terlewatkan para pedagang makanan dan minuman mengalami laris manis.

    8.    Terakhir saya yakin dan percaya bahwa para pembaca juga memiliki pemikiran lain tentang nilai-nilai yang dapat diambil manfaatnya dari kegiatan pawai alegoris seperti ini untuk itu terserah kepada penilaian anda ...









 
Posting Komentar